Segalanya terasa hampa
Karena waktu telah berubah
Begitu juga aku..
Aku berjalan mencari dalam gelap
DI jalan berbatu tanpa ujung ini
Ku ingin bertemu dirinya, menatap matanya
Mata yang penuh kebencian pada diriku
Berharap mata itu bertemu dengan mataku yang penuh kerinduan..
Aku akan gila dan mati
Karena campuran rasa benci dan cintaku ini
Hatiku tercabik karena cambukkan kebencian dan kehangatan cinta
Tapi benci dan cintaku hanya dibatasi sebuah selaput tipis
Selaput kerinduan..
Ku sadari segalanya karena aku
Karena ku bisikkan semua pada angin
Dan angin bertiup ke segala arah
Beritahukan pada semua, apa yang aku bisikkan..
Kini aku memilih diam, diam seribu bahasa
Bertahan dalam kesepian, tak ada lagi cinta
Karena aku tak ingin lagi mengisi hati dengan cinta yang lain
Biarkan aku arungi hidup dengan kebencian dan cinta ini
Bertahan hidup, dalam harapan bila saja suatu hari
Mata itu bersedia menatapku lagi..
Jakarta, Februari 2008
Monday, 16 June 2008
BAHAGIAMU, HIDUPKU
Dewi malam kembali menghampiri, namun hadirnya kali ini samar-samar..
Langitpun menipu mataku, tak terbedakan antara mendung dan malam yang sebenarnya..
Dan hatiku menutup, tak ingin tahu apa yang dirasa..
Mungkin aku bukan lagi bidadarimu, bukan lagi pelitamu, bukan lagi cintamu..
Tapi semua itu tak kusesali..
Jalanan di depanku berkabut, tapi aku tahu semua bukanlah kau yang menghadirkan, melainkan waktu yang telah memberi semua rasa ini..
Sejujurnya, diri ini ingin berteriak, ingin tangisi air mata yang telah mengering dari telaga hati..
Tapi biarlah, biarlah segalanya mengalir, tanpa harus kuserahkan pada dewi malam..
Biarlah sepi mengisi mimpi, tanpa berharap putri pagi akan taburkan senyum..
Bagiku, yang penting adalah bahagiamu, yang ternyata adalah hidupku..
Jakrta, Februari 2008
Langitpun menipu mataku, tak terbedakan antara mendung dan malam yang sebenarnya..
Dan hatiku menutup, tak ingin tahu apa yang dirasa..
Mungkin aku bukan lagi bidadarimu, bukan lagi pelitamu, bukan lagi cintamu..
Tapi semua itu tak kusesali..
Jalanan di depanku berkabut, tapi aku tahu semua bukanlah kau yang menghadirkan, melainkan waktu yang telah memberi semua rasa ini..
Sejujurnya, diri ini ingin berteriak, ingin tangisi air mata yang telah mengering dari telaga hati..
Tapi biarlah, biarlah segalanya mengalir, tanpa harus kuserahkan pada dewi malam..
Biarlah sepi mengisi mimpi, tanpa berharap putri pagi akan taburkan senyum..
Bagiku, yang penting adalah bahagiamu, yang ternyata adalah hidupku..
Jakrta, Februari 2008
Sunday, 15 June 2008
Enggan
Ku berjalan di tengah hutan
ku tengok ke kiri
pohon cemara itu terlalu tinggi
seolah mendongak ke atas, ENGGAN melihatku..
Ku tengok ke kanan
pohon besar rindang itu terlalu menunduk
seolah menatap ke bawah, ENGGAN melihatku..
Dan akupun melihat lurus ke depan
angin itu bertiup terlalu kencang
seolah pergi menginggalkanKu, ENGGAN melihatku..
Bila aku berpaling ke belakang
fajar itu tak kunjung bersinar
seolah tak ingin datang, ENGGAN melihatku..
Semuanya seolah memberitahu
bahwa "Duniapun tak peduli" padaku
ENGGAN pedulikan hatiku yang terluka
ENGGAN pedulikan wajahku yang bersimbah air mata
ENGGAN peduli, bahwa dia segalanya bagiku..
Tapi mereka semua bersuara, berbicara:
"Kau terlalu kecil untuknya"
"Kau buat dia lelah"
"Kau kalah"
"Kau pendam kecewamu"
Mendengar semua itu, akupun berlari
ingin tinggalkan segala yang ENGGAN melihat dan pedulikan aku..
Tapi aku hanya terpuruk
hanya bisa teriak
dalam mereka yang ENGGAN padaku
ENGGAN tahu akan rasa sakit dalam hatiku
Jakarta, februari 2008
ku tengok ke kiri
pohon cemara itu terlalu tinggi
seolah mendongak ke atas, ENGGAN melihatku..
Ku tengok ke kanan
pohon besar rindang itu terlalu menunduk
seolah menatap ke bawah, ENGGAN melihatku..
Dan akupun melihat lurus ke depan
angin itu bertiup terlalu kencang
seolah pergi menginggalkanKu, ENGGAN melihatku..
Bila aku berpaling ke belakang
fajar itu tak kunjung bersinar
seolah tak ingin datang, ENGGAN melihatku..
Semuanya seolah memberitahu
bahwa "Duniapun tak peduli" padaku
ENGGAN pedulikan hatiku yang terluka
ENGGAN pedulikan wajahku yang bersimbah air mata
ENGGAN peduli, bahwa dia segalanya bagiku..
Tapi mereka semua bersuara, berbicara:
"Kau terlalu kecil untuknya"
"Kau buat dia lelah"
"Kau kalah"
"Kau pendam kecewamu"
Mendengar semua itu, akupun berlari
ingin tinggalkan segala yang ENGGAN melihat dan pedulikan aku..
Tapi aku hanya terpuruk
hanya bisa teriak
dalam mereka yang ENGGAN padaku
ENGGAN tahu akan rasa sakit dalam hatiku
Jakarta, februari 2008
Saturday, 7 June 2008
Murah,tapi..............banyak!!
Apa benar 3 tuh benar2"murah, tanpa tapi"?
Salah besar!!!
Murah, tapi sering error, tapi sinyalnya banyak, dan masih banyak tapi-tapi lain yang membuat penggunanya naik darah!!
Error: tidak dapat menerima sms, sms yang dikirim sangat lama sampai pada nomor yang dituju, report tidak keluar.
Sinyal: di saat semua operator penuh sinyalnya, malahan 3 tidak ada sinyal satu batangpun.
Apabila hal ini dilaporkan ke customer service 3, mereka hanya akan berkata, "maaf sekali, hal itu mungkin disebabkan karena jaringan kami yang sedang begitu padat".
hebat sekali dia, mengikrarkan kesombongannya bahwa 3 banyak yang menggunakan sampai-sampai padat, tapi tidak memberikan solusi dan tidak berusaha memberi pelayanan terbaik kepada pelanggannya. saya bertanya-tanya, apakah sesungguhnya 3 mengeluarkan GSM yang dipikrnya hanya untuk masyarakat kurang kerjaan menghabiskan uang untuk membeli pulsa dan kesulitan menggunakannya??
Salah besar!!!
Murah, tapi sering error, tapi sinyalnya banyak, dan masih banyak tapi-tapi lain yang membuat penggunanya naik darah!!
Error: tidak dapat menerima sms, sms yang dikirim sangat lama sampai pada nomor yang dituju, report tidak keluar.
Sinyal: di saat semua operator penuh sinyalnya, malahan 3 tidak ada sinyal satu batangpun.
Apabila hal ini dilaporkan ke customer service 3, mereka hanya akan berkata, "maaf sekali, hal itu mungkin disebabkan karena jaringan kami yang sedang begitu padat".
hebat sekali dia, mengikrarkan kesombongannya bahwa 3 banyak yang menggunakan sampai-sampai padat, tapi tidak memberikan solusi dan tidak berusaha memberi pelayanan terbaik kepada pelanggannya. saya bertanya-tanya, apakah sesungguhnya 3 mengeluarkan GSM yang dipikrnya hanya untuk masyarakat kurang kerjaan menghabiskan uang untuk membeli pulsa dan kesulitan menggunakannya??
Tuesday, 13 May 2008
Pemanasan Global dan Dampaknya Bagi Anak Bangsa
Istilah “Pemanasan Global” atau “Global Warming” pastinya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita mengingat kondisi bumi kita yang semakin lama semakin memburuk dan “memanas”. Dampak dari pemanasan global ini kian hari kian terasa begitu dekat dengan kita, bahkan mengancam kesehatan kita. Bila kita bandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, saat global warming belum begitu maraknya dibicarakan orang, dunia terasa jauh lebih segar dan udara masih terasa sangat jernih. Masih bisa kita rasakan hawa dingin yang menyambut kita di pagi hari saa hendak memulai aktivitas kita. Langit selalu berwarna biru cerah sepanjang perjalanan ke sekolah, tempat kerja, atau tempat-tempat lainnya yang dituju setiap orang dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Namun apa yang kita rasakan sekarang? Baru bangun pagi saja nafas sudah sesak karena udara yang dihirup tidak bersih. Pada pukul 6.30 pagi saja, kerap kali orang-orang sudah harus mengeluarkan saputangannya untuk menutupi hidungnya dari polusi udara yang luar biasa mematikan.
Saat menulis artikel ini, tiba-tiba saya teringat cerita dari seorang tua yang merupakan nenek dari guru saya saat saya duduk di Sekolah Menengah Pertama. Nenek itu menceritakan bahwa pada saat dia kecil dulu, hidup di Jakarta serasa hidup di perkampungan yang memiliki berbagai macam penghijauan, dimana udaranya sangat segar. Saat musim kemarau, matahri tak terasa begitu membakar dan musim hujan selalu datang tepat waktu. Tak perlu untuk jauh-jauh lari ke Puncak untuk mencari dan menghirup udara segar. Tapi sekarang, bahkan Puncak pun sudah tidak bisa dijadikan tempat pelarian lagi untuk mencari udara segar itu. Semua telah berubah seiring berjalannya waktu dan bertambah parahnya pemanasan global tersebut.
Pemanasan global yang semakin hari semakin menjadi-jadi telah menyebabkan berbagai macam perubahan pada bumi ini seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, perubahan jumlah dan pola presipitasi, es di kutub utara dan kutub selatan yang telah mulai mencair, pergantian musim yang tidak menentu, panas luar biasa pada siang hari seolah matahari hanya berada beberapa meter saja dari atas kepala, dan contoh-contoh perubahan tidak sehat lainnya yang terjadi di bumi kita ini. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Adanya penebangan liar yang mengurangi bahkan hampir menghabisi populasi pepohonan di dunia, penggunaan berbagai perangkat telekomunikasi yang merupakan gelombang elektromagnetik, penggunaan barang-barang elektronik berlebihan, penggunaan kendaraan bermotor berasap tebal yang dapat merusak lapisan ozon, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global di bumi kita ini.
Suatu organisasi di Amerika Serikat memprediksikan berapa lama lagi usia bumi kita apabila kita terus-menerus hidup selayaknya sekarang dan tidak peduli pada apa yang disebut pemanasan global itu. Organisasi itu menyebutkan bahwa dunia kita hanya akan bertahan sampai tahun 2012 melihat kondisi es di kutub utara dan selatan yang telah mulai mencair dan suhunya yang sudah mulai meningkat serta kondisi la[isan ozon yang kian hari semakin terkikis. Diberitakan juga bahwa daratan di bumi telah mengalami penurunan kurang lebih 10 meter yang menyebabkan meningkatnya peluang terjadi musibah banjir hanya karena hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Bila diteruskan, mungkin usia bumi akan lebih cepat berakhir daripada tahun yang disebutkan di atas.
Lalu apakah pemanasan global yang kelihatannya sebegitu mengerikannya juga mempunyai dampak yang akan dirasakan oleh anak-anak bangsa? Jawabannya, tentu saja ya. Anak-anak pada masa sekarang akan melalui masa yang berbeda dengan masa yang dilalui saat orangtua mereka kecil dulu. Kalau orangtua mereka masih bisa merasakan udara yang bersih dan segar di setiap pagi dan melewati hari dengan pergantian musim yang tetap dan teratur, anak-anak ini akan menghirup udara kotor yang telah tercemar. Setiap hari, yang mereka temukan sepanjang harinya hanyalah matahari yang begitu terik dan membakar. Hal ini akan berpengaruh besar pada kesehatan dan pertumbuhan anak-anak tersebut. Pertumbuhan organ-organ tubuh dan kerja sistem organ mengalami hambatan-hambatan yang menyebabkan tingkat kesehatan si anak cenderung rendah. Ini sudah terbukti dengan melihat kenyataan bahwa tingkat kesehatan anak bangsa kian hari kian menurun. Setiap hari, banyak sekali kita dengar munculnya penyakit-penyakit aneh yang belum pernah ditemukan sebelumnya dan sebagian besar penderitanya adalah anak-anak. Anak-anak pada masa sekarang juga jauh lebih mudah dan cepat terserang penyakit. Semua hal ini sesungguhnya tak lain tak bukan disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kian hari kian memburuk akibat pemanasan global.
Para ilmuwan memprediksikan berbagai akibat yang akan membahayakan kesehatan manusia yang disebabkan oleh pemanasan global. Di daerah tropis seperti di Indonesia, penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk dan hewan pembawa penyakit akan semakin meluas Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya seperti malaria, demam dengue, demam kuning, dan encephalitis, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Diprediksikan juga, akan meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
Untuk menangani masalah pemanasan global yang sudah menjadi beban dunia, beberapa negara di dunia telah melakukan langkah-langkah pertama yaitu membuat perjanjian dan kerjasama internasional dalam menangani pemanasan global. Kerjasama Internasional ini meliputi Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, tahun 1992 dimana terdapat 150 negara yang berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat serta Protokol Kyoto, di Jepang, tahun 1997 dimana terdapat 160 negara yang merumuskan persetujuan yang lebih kuat.
Beberapa organisasi kecil juga perlahan-lahan mulai bermunculan dan mengikrarkan organisasinya sebagai suatu badan yang bertujuan untuk menanggulangi masalah pemanasan global yang sangat serius ini. Masyarakat juga hendaknya telah mulai bergerak dalam upaya peduli lingkungan guna menanggulangi masalah pemanasan global. Hal ini dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan tissue yang akan mengorbankan beribu-ribu pohon ditebang untuk produksi tissue, mengurangi penggunaan saran telekomunikasi secara berlebihan, mengurangi penggunaan barang elektronik berlebihan, menghemat listrik, sebisa mungkin hindari penggunaan kendaraan bermotor yang menghasilkan asap yang tebal, dan janganlah membuah sampah sembarangan. Semua upaya ini akan sangat berguna bagi kita semua dalam mengurangi dampak pemanasan global yang sangat mengerikan tersebut. Tidak hanya untuk kita, tapi juga untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak bangsa yang menjadi penerus kita di kemudian hari nanti.
Saat menulis artikel ini, tiba-tiba saya teringat cerita dari seorang tua yang merupakan nenek dari guru saya saat saya duduk di Sekolah Menengah Pertama. Nenek itu menceritakan bahwa pada saat dia kecil dulu, hidup di Jakarta serasa hidup di perkampungan yang memiliki berbagai macam penghijauan, dimana udaranya sangat segar. Saat musim kemarau, matahri tak terasa begitu membakar dan musim hujan selalu datang tepat waktu. Tak perlu untuk jauh-jauh lari ke Puncak untuk mencari dan menghirup udara segar. Tapi sekarang, bahkan Puncak pun sudah tidak bisa dijadikan tempat pelarian lagi untuk mencari udara segar itu. Semua telah berubah seiring berjalannya waktu dan bertambah parahnya pemanasan global tersebut.
Pemanasan global yang semakin hari semakin menjadi-jadi telah menyebabkan berbagai macam perubahan pada bumi ini seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, perubahan jumlah dan pola presipitasi, es di kutub utara dan kutub selatan yang telah mulai mencair, pergantian musim yang tidak menentu, panas luar biasa pada siang hari seolah matahari hanya berada beberapa meter saja dari atas kepala, dan contoh-contoh perubahan tidak sehat lainnya yang terjadi di bumi kita ini. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Adanya penebangan liar yang mengurangi bahkan hampir menghabisi populasi pepohonan di dunia, penggunaan berbagai perangkat telekomunikasi yang merupakan gelombang elektromagnetik, penggunaan barang-barang elektronik berlebihan, penggunaan kendaraan bermotor berasap tebal yang dapat merusak lapisan ozon, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global di bumi kita ini.
Suatu organisasi di Amerika Serikat memprediksikan berapa lama lagi usia bumi kita apabila kita terus-menerus hidup selayaknya sekarang dan tidak peduli pada apa yang disebut pemanasan global itu. Organisasi itu menyebutkan bahwa dunia kita hanya akan bertahan sampai tahun 2012 melihat kondisi es di kutub utara dan selatan yang telah mulai mencair dan suhunya yang sudah mulai meningkat serta kondisi la[isan ozon yang kian hari semakin terkikis. Diberitakan juga bahwa daratan di bumi telah mengalami penurunan kurang lebih 10 meter yang menyebabkan meningkatnya peluang terjadi musibah banjir hanya karena hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Bila diteruskan, mungkin usia bumi akan lebih cepat berakhir daripada tahun yang disebutkan di atas.
Lalu apakah pemanasan global yang kelihatannya sebegitu mengerikannya juga mempunyai dampak yang akan dirasakan oleh anak-anak bangsa? Jawabannya, tentu saja ya. Anak-anak pada masa sekarang akan melalui masa yang berbeda dengan masa yang dilalui saat orangtua mereka kecil dulu. Kalau orangtua mereka masih bisa merasakan udara yang bersih dan segar di setiap pagi dan melewati hari dengan pergantian musim yang tetap dan teratur, anak-anak ini akan menghirup udara kotor yang telah tercemar. Setiap hari, yang mereka temukan sepanjang harinya hanyalah matahari yang begitu terik dan membakar. Hal ini akan berpengaruh besar pada kesehatan dan pertumbuhan anak-anak tersebut. Pertumbuhan organ-organ tubuh dan kerja sistem organ mengalami hambatan-hambatan yang menyebabkan tingkat kesehatan si anak cenderung rendah. Ini sudah terbukti dengan melihat kenyataan bahwa tingkat kesehatan anak bangsa kian hari kian menurun. Setiap hari, banyak sekali kita dengar munculnya penyakit-penyakit aneh yang belum pernah ditemukan sebelumnya dan sebagian besar penderitanya adalah anak-anak. Anak-anak pada masa sekarang juga jauh lebih mudah dan cepat terserang penyakit. Semua hal ini sesungguhnya tak lain tak bukan disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kian hari kian memburuk akibat pemanasan global.
Para ilmuwan memprediksikan berbagai akibat yang akan membahayakan kesehatan manusia yang disebabkan oleh pemanasan global. Di daerah tropis seperti di Indonesia, penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk dan hewan pembawa penyakit akan semakin meluas Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya seperti malaria, demam dengue, demam kuning, dan encephalitis, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Diprediksikan juga, akan meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
Untuk menangani masalah pemanasan global yang sudah menjadi beban dunia, beberapa negara di dunia telah melakukan langkah-langkah pertama yaitu membuat perjanjian dan kerjasama internasional dalam menangani pemanasan global. Kerjasama Internasional ini meliputi Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, tahun 1992 dimana terdapat 150 negara yang berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat serta Protokol Kyoto, di Jepang, tahun 1997 dimana terdapat 160 negara yang merumuskan persetujuan yang lebih kuat.
Beberapa organisasi kecil juga perlahan-lahan mulai bermunculan dan mengikrarkan organisasinya sebagai suatu badan yang bertujuan untuk menanggulangi masalah pemanasan global yang sangat serius ini. Masyarakat juga hendaknya telah mulai bergerak dalam upaya peduli lingkungan guna menanggulangi masalah pemanasan global. Hal ini dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan tissue yang akan mengorbankan beribu-ribu pohon ditebang untuk produksi tissue, mengurangi penggunaan saran telekomunikasi secara berlebihan, mengurangi penggunaan barang elektronik berlebihan, menghemat listrik, sebisa mungkin hindari penggunaan kendaraan bermotor yang menghasilkan asap yang tebal, dan janganlah membuah sampah sembarangan. Semua upaya ini akan sangat berguna bagi kita semua dalam mengurangi dampak pemanasan global yang sangat mengerikan tersebut. Tidak hanya untuk kita, tapi juga untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak bangsa yang menjadi penerus kita di kemudian hari nanti.
Wednesday, 23 April 2008
Hanyalah Waktu Yang Akan Memberi Jawaban
Suatu rasa yang diketahui semua penghuni dunia, namun sesungguhnya tak pernah ada yang benar-benar mengenalinya. Karena ia terlalu abstrak, terlalu individualis. Ya, itulah cinta..
Takkan pernah ada yang tahu apa arti kehadirannya, apa makna keberadaannya, apalagi manfaat rasa yang diberikannya.
Takkan ia ketuk pintu hatimu untuk masuk ke dalamnya, juga takkan ia kunci pintumu saat ia tinggalkan hatimu itu. Dia datang untuk hadirkan bahagia, serta semua rasa yang ada di dunia. Senyum, tawa, canda, amarah, tangis, semua dicampur adukkan menjadi satu bagai adonan kue olehnya. Lalu bila ia akan pergi, ia akan tinggalkan luka yang mendalam, namun juga suatu kelegaan.
Kemudian seorang gadis yang kesepian bertanya dalam hatinya.
"Lalu mangapa cinta harus ada? Kalau dia akan datang lalu pergi lagi, bukankah berarti dia hanya akan buat orang rasakan bahagia untuk sementara waktu dan pada waktunya dia akan ciptakan kesedihan yang mendalam?"
Tak ada jawaban. Lalu ia bertanya lagi.
"Apakah cinta bisa bicara? Kalau bisa, dia pasti akan menjawabku."
Lagi-lagi tak ada jawaban. Ia hendak bertanya lagi, tapi ia sudah tak mampu. Ia pun menangis karena hatinya sedih. Ia tak dapat temukan jawabannya, dan tak tahu harus kemana mencari. Ia terus-terusan menangis, terkurung dalam penjara kesepian.
Selang waktu berganti, akhirnya air mata telah hilang dari wajahnya. Bibirnya mampu pancarkan senyum lagi, senyum terindah yang pernah dimilikinya. Dari matanya, terlihat pelangi kehidupan yang tak hanya berwarna mejikuhibiniu, tapi dilengkapi dengan beribu-ribu warna yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Mengapa?
Karena gadis itu telah temukan jawabnya. Seiring berjalannya waktu, akhirnya ia memahami. Cinta ada di dunia untuk berikan warna dalam hidup. Cinta datang secara misterius, bawakan suka dan duka, karena cinta adalah komponen kecil dari kehidupan. Apalah arti hidup, kalau kita hanya rasakan bahagia, tanpa kita rasakan derita, atau sebaliknya? Hampa. Karena itulah cinta ada dan akan terus ada selamanya.
Waktulah yang telah memberikan jawaban pada si gadis. Tak lagi ia ragukan keberadaan cinta. Meski kini ia masih tetap sendiri, namun tak lagi ia rasakan kesepian. Ia hanya akan berjalan terus ke depan, dengan keyakinan bahwa sang waktu akan terus menemaninya sampai kapanpun juga...
The facts: Si gadis, tak lain tak bukan adalah diriku...
-D.A.D-
Takkan pernah ada yang tahu apa arti kehadirannya, apa makna keberadaannya, apalagi manfaat rasa yang diberikannya.
Takkan ia ketuk pintu hatimu untuk masuk ke dalamnya, juga takkan ia kunci pintumu saat ia tinggalkan hatimu itu. Dia datang untuk hadirkan bahagia, serta semua rasa yang ada di dunia. Senyum, tawa, canda, amarah, tangis, semua dicampur adukkan menjadi satu bagai adonan kue olehnya. Lalu bila ia akan pergi, ia akan tinggalkan luka yang mendalam, namun juga suatu kelegaan.
Kemudian seorang gadis yang kesepian bertanya dalam hatinya.
"Lalu mangapa cinta harus ada? Kalau dia akan datang lalu pergi lagi, bukankah berarti dia hanya akan buat orang rasakan bahagia untuk sementara waktu dan pada waktunya dia akan ciptakan kesedihan yang mendalam?"
Tak ada jawaban. Lalu ia bertanya lagi.
"Apakah cinta bisa bicara? Kalau bisa, dia pasti akan menjawabku."
Lagi-lagi tak ada jawaban. Ia hendak bertanya lagi, tapi ia sudah tak mampu. Ia pun menangis karena hatinya sedih. Ia tak dapat temukan jawabannya, dan tak tahu harus kemana mencari. Ia terus-terusan menangis, terkurung dalam penjara kesepian.
Selang waktu berganti, akhirnya air mata telah hilang dari wajahnya. Bibirnya mampu pancarkan senyum lagi, senyum terindah yang pernah dimilikinya. Dari matanya, terlihat pelangi kehidupan yang tak hanya berwarna mejikuhibiniu, tapi dilengkapi dengan beribu-ribu warna yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Mengapa?
Karena gadis itu telah temukan jawabnya. Seiring berjalannya waktu, akhirnya ia memahami. Cinta ada di dunia untuk berikan warna dalam hidup. Cinta datang secara misterius, bawakan suka dan duka, karena cinta adalah komponen kecil dari kehidupan. Apalah arti hidup, kalau kita hanya rasakan bahagia, tanpa kita rasakan derita, atau sebaliknya? Hampa. Karena itulah cinta ada dan akan terus ada selamanya.
Waktulah yang telah memberikan jawaban pada si gadis. Tak lagi ia ragukan keberadaan cinta. Meski kini ia masih tetap sendiri, namun tak lagi ia rasakan kesepian. Ia hanya akan berjalan terus ke depan, dengan keyakinan bahwa sang waktu akan terus menemaninya sampai kapanpun juga...
The facts: Si gadis, tak lain tak bukan adalah diriku...
-D.A.D-
Subscribe to:
Posts (Atom)